Belgia Terhenti, Wilmots Akan Pertimbangkan Masa Depan

Wilmots

Langkah Belgia di Piala Eropa 2016 terhenti di perempatfinal usai dikalahkan Wales. Pelatih Belgia Marc Wilmots kini akan memikirkan kelanjutan posisinya.

Belgia memulai turnamen sebagai salah satu tim yang dilabeli unggulan. The Red Devils punya skuat bertalenta yang banyak disebut sebagai generasi emas Belgia.

Wilmots punya sederet pemain berkualitas, sebut saja Kevin de Bruyne, Eden Hazard, Romelu Lukaku, Radja Nainggolan, Toby Alderweireld, dan Thibaut Courtois. Namun seperti diketahui, perjalanan mereka cuma sampai perempatfinal.

Dalam laga perempatfinal kontra Wales di Stade Pierre-Mauroy, Sabtu (2/7/2016) dinihari WIB, Belgia kalah 1-3. Unggul lebih dulu melalui Radja Nainggolan, Belgia lantas kebobolan tiga kali oleh Ashley Williams, Hal Robson-Kanu, dan Sam Vokes.

Menyusul hasil ini, Wilmots yang sudah menangani tim sejak Mei 2012 silam, mengaku akan mempertimbangkan masa depannya meski masih terikat kontrak sampai 2018. Wilmots sejauh ini tercatat punya persentase kemenangan 70,97% dalam 31 pertandingan kompetitif.

“Tim Belgia ini adalah sebuah tim yang menuntut respek, tapi kami membiarkan segala sesuatunya sedikit lenyap hari ini dan kami membayar itu dengan tunai,” katanya di Sky Sports.

“Saya akan mengambil waktu. Saya sudah berkata saya akan membuat keputusan setelah Piala Eropa,” tambahnya.

Wilmots pribadi tak melihat hasil Belgia di perempatfinal ini sebagai sebuah kegagalan besar. Dia mengaku sudah sejak jauh hari memperkirakan bahwa perempatfinal adalah target realistis untuk timnya.

“Kami sebelumnya dimasukkan daftar sejumlah tim yang bisa melaju jauh dan juara, dan saya sudah mengatakan sekitar dua tahun lalu kami harus ada di perempatfinal,” kata Wilmots.

“Tapi tentu ketika Anda tampil, Anda ingin melaju lebih jauh karena Anda kompetitif dan tentu saja para pemain merasakan pengalaman buruk,” demikian pria 47 tahun ini.

Be the first to comment

Leave a comment

Your email address will not be published.


*