‘Final Liga Europa Tinggalkan Luka bagi Liverpool’

Manajer Liverpool, Juergen Klopp mengakui, final Liga Europa 2015-2016 menyisakan luka mendalam bagi skuatnya. Saat itu the Reds gagal merengkuh trofi kasta kedua kompetisi antarklub Benua Biru tersebut.

Sempat unggul di babak pertama berkat gol Daniel Sturridge, Liverpool akhirnya takluk dari Sevilla dua bulan lalu. Daniel Sturridge dan kawan-kawan kebobolan tiga gol di babak kedua.

Kekalahan itu merupakan kegagalan kedua Liverpool memenangi laga final. Pada kompetisi lokal, the Reds tumbang dari Manchester City di ajang Piala Liga, membuat duka The Reds semakin bertambah.

“Tentu saya memiliki banyak pikiran tentang hal ini. Final itu memang telah lama berlalu tetapi rasanya masih menyakitkan,” ujar Klopp seperti dilansir FourFourTwo.

“Setelah pertandingan, saya tak ingin berpikir terlalu banyak tentang hasil di babak pertama. Namun setelah saya berpikir ulang, saya pikir kami bermain bagus di babak pertama dan seharusnya bisa menciptakan keunggulan yang lebih jauh.”

Liverpool sendiri memang tampil gemilang di paruh pertama laga final melawan Sevilla. Meski demikian, mereka membuang sejumlah peluang emas untuk memperbesar keunggulan terhadap tim asuhan Unai Emery itu.

Keadaan berbalik di paruh kedua setelah The Reds kebobolan lewat gol cepat Kevin Gameiro. Gol tambahan Gameiro dan Coke mengakhiri mimpi Liverpool untuk menggondol trofi Liga Europa.

“Ketika Anda melihat kembali pertandingan itu, Anda dapat melihat ada sesuatu yang hilang pada saat itu. Banyak pemain tak lagi mempunyai senjata, kekuatan, dan juga kepercayaan diri,” ujar Klopp, melanjutkan.

“Anda dapat melihat, kami bermain terlalu ke dalam dan kami tak cukup dekat untuk mengadang mereka.”

Be the first to comment

Leave a comment

Your email address will not be published.


*