Cicinho Sebut Ada Pemain-Pemain Madrid yang Sangat Berkuasa di Eranya

Cicinho cuma satu setengah musim memperkuat Real Madrid. Tapi dalam periode itu dia mengaku sudah cukup melihat ada rekan-rekannya yang manipulatif.

Cicinho, yang saat ini bermain di klub Liga Turki Sivasspor, bergabung dengan Madrid pada Januari 2006, di tengah musim 2005/2006. Dia cuma bertahan satu setengah musim di Los Blancos, sebelum hijrah ke AS Roma di awal musim 2007/2008.

Selama memperkuat Madrid, bek kanan asal Brasil itu total bermain 32 kali dan mencetak tiga gol serta empat assist. Dia berperan membantu Los Merengues merebut gelar juara Liga Spanyol di musim 2006/2007.

Sembilan tahun sejak meninggalkan Madrid, Cicinho mengaku menyaksikan superioritas sejumlah pemain bintang Madrid di ruang ganti. Bahkan sejumlah pemain ini diklaim pemain 36 tahun itu bisa memengaruhi media dan pelatih.

“Ketika Roberto Carlos pergi, saya adalah bek kanan utama. Sergio Ramos ada di tengah dan terkadang di kanan, kemudian Michel Salgado adalah bek sayap pilihan ketiga,” ujar Cicinho kepada ESPN Brasil.

“Lalu (Iker) Casillas memberikan ban kapten kedua untuk Salgado sehingga dia bisa bermain. Di sanalah kelompok kecil itu dimulai. Julio Baptista mengatakannya kepada saya.”

“Guti, Salgado, Helguera, Raul, Casillas, mereka merupakan pemimpin kelompok itu. Dan mereka yang masuk ke kelompok adalah orang-orang yang mematuhi mereka,” sambungnya seperti dikutip Soccerway.

“Mereka merupakan sosok-sosok yang mengontrol. Mereka akan ‘memakan’ pemimpin pers dan manajer.”

“Contohnya, satu hari Ronaldo tampil buruk dan hari berikutnya muncul di halaman depan bahwa Raul lebih baik darinya. Raul bakal perlu lahir tiga kali untuk mencoba menjadi seperti Ronaldo,” cetus pria yang puya 15 caps bersama timnas Brasil ini.

Madrid beberapa kali diterpa isu konflik internal. Di era Jose Mourinho, muncul kabar pertentangan antara si pelatih dengan para pemain. Salah satu sebabnya diduga karena keputusan Mourinho menempatkan Casillas sebagai kiper kedua. Sementara di era Rafael Benitez pada musim lalu, juga beredar kabar banyak ketidakharmonisan dalam skuat.

Be the first to comment

Leave a comment

Your email address will not be published.


*