Penggawa Timnas: Keunggulan Postur Bukan Jaminan Menang!

Gian Zola 01

Secara fisik, para penggawa Tim Nasional Puerto Rico unggul dari segi postur atas pemain Indonesia. Namun, hal itu tak lantas jadi jaminan menang di lapangan. Apalagi pasukan Garuda punya semangat berlipat tampil di depan publik sendiri.

Uji coba Timnas Indonesia versus Puerto Rico dijadwalkan berlangsung di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Selasa (13/6). Meski kalah dari segi postur, penggawa Merah Putih tak gentar.

“Keunggulan postur tubuh bukan segalanya di atas lapangan. Kita bisa lihat Barcelona dan timnas Spanyol berjaya di Eropa dengan materi pemain yang relatif pendek-pendek,” kata Gian Zola Nasrulloh saat berbincang dengan CNNIndonesia.com.

GIan Zola adalah satu di antara pemain Indonesia yang punya postur mungil dengan tinggi badan 165cm. Namun, gelandang Persib Bandung itu tak pernah gentar menghadapi lawan yang postur tubuh lebih besar darinya.

“Kami bisa mengandalkan keunggulan kecepatan dan bermain sesuai dengan taktik. Karena yang paling penting adalah strategi dan mental bermain di lapangan,” ujar penggemar bintang Barcelona, Lionel Messi.

Hal senada juga diungkapkan pemain bertahan Bagas Adi Nugroho. Terpenting baginya adalah penempatan posisi dan beradu cepat mengantisipasi gerakan lawan.

“Memang postur tubuh cukup mempengaruhi keunggulan duel di udara. Tapi bisa diantisipasi jika kita bereaksi lebih cepat dari pemain lawan,” ujar Bagas.

“Di balik keunggulan lawan, pasti ada kelemahannya. Kelemahan itulah yang harus kita cari dari lawan dan terus eksploitasi bagian itu,” timpal penyerang Indonesia, Yabes Roni.

Sementara kapten tim Puerto Rico, Emmanuel D’Andrea mengaku akan memaksimalkan kelebihan postur terutama lewat situasi bola-bola mati. Namun, ia tak memungkiri untuk tetap mewaspadai kecepatan para personel Garuda.

“Kami memang melihat keunggulan postur tubuh pemain tim kami sebagai sebuah kelebihan. Jadi kami akan memaksimalkan kelebihan ini,” kata Emmanuel D’Andrea.

Skuat asuhan Carlos Garcia Cantarero memang lebih memfokuskan materi latihan tendangan bebas dan situasi sepak pojok. Hal itu dimatangkan pada sesi latihan di Bantul dan Sleman, sejak tiba pada Jumat (9/6).

“Kami mungkin bisa memaksimalkan tendangan bebas dan sepak pojok. Kami berharap bisa memetik hasil positif dalam uji coba melawan Indonesia. Tapi, kita juga tahu pemain Indonesia punya kecepatan dan itu harus kami waspadai,” ujar D’Andrea.

Menarik dinanti jika keunggulan postur tubuh pemain Puerto Rico bisa dipatahkan anak-anak Indonesia atau sebaliknya. Apalagi skuat asuhan Luis Milla memang belum pernah mencicipi lawan yang punya keungulan postur.

Timnas Indonesia sebelumnya telah melakoni dua uji coba internasional. Kalah 1-3 dari Myanmar di laga perdana dan menang 2-0 atas Kamboja di Phnom Penh. Puerto Rico dipastikan bakan menjadi lawan dengan postur dan karakter permainan berbeda dari tim-tim Asia.

Be the first to comment

Leave a comment

Your email address will not be published.


*