Gian Zola, Lionel Messi, dan Anomali Pemain Bertubuh Mungil

Gian

Postur tubuh bukan jadi tolok ukur dalam menentukan kualitas seorang pesepak bola. Buktinya, sejumlah pemain dengan tubuh mungil justru menjadi momok di lapangan.

Gian Zola Nasrullah, merupakan satu di antara pemain Timnas Indonesia bertubuh mungil. Tinggi badannya hanya mencapai 165cm. Namun, ia memiliki intelegensi tinggi untuk mengatur ritme permainan.

Ketika kecil, Zola mengaku sempat minder untuk menekuni sepak bola. Tubuhnya yang lebih pendek membuatnya kerap jadi bulan-bulanan pemain yang posturnya lebih besar.

Perlahan, ia menyadari bahwa sepak bola bukanlah soal keunggulan postur. Dengan teknik dan kegigihan yang dipunya, Zola menjadi pemain yang menonjol di antara rekan-rekan sebayanya.

“Bagi saya, postur tubuh bukan lagi persoalan di sepak bola. Kita bisa lihat bagaimana Lionel Messi beraksi melewati pemain-pemain bertahan asal Eropa yang umumnya lebih tinggi,” ujar Zola saat berbincang dengan CNNIndonesia.com, belum lama ini.

Messi memang sebuah anomali dalam dunia sepak bola. Tubuhnya pendek (169cm) untuk ukuran pemain Eropa. Namun, kualitasnya sebagai pesepak bola mengundang decak kagum.

Tak ada yang menyana jika Messi kecil memiliki kelainan hormon yang membuatnya tak dapat tumbuh maksimal. Beruntung Messi ditampung akademi La Massia yang jeli melihat talenta emas.

Kekurangan hormonnya diakali dengan asupan nutrisi dan gizi di klub akademi sepak bola milik Barcelona itu. Tinggi Messi bahkan bisa mencapai 169cm dan tak menghalanginya untuk meraih Ballon d’Or sebanyak lima kali.

Seperti pesepak bola kebanyakan, Zola tentu memuja Messi. Penyerang asal Argentina tersebut dianggap sebagai inspirasi para pesepak bola mungil yang berhasrat menjadi bintang.

“Kualitasnya memang tidak diragukan lagi. Tapi yang bikin dia spesial adalah punya pengaruh besar di lapangan. Pemain yang kerap menjadi pembeda di lapangan berkat mental dan talenta luar biasa,” ujar Zola.

Terinspirasi Pemain Mungil Thailand

Selain mengagumi Messi, Zola juga punya pemain idola di kawasan Asia Tenggara. Gelandang mungil asal Thailand, Chanathip Songkrasin, merupakan salah satu inspirasi Zola di lapangan.

Songkrasin merupakan salah satu pemain yang bersinar di AFF 2016. Winger 23 tahun itu ditahbiskan sebagai pemain terbaik di ajang sepak bola terbesar di Asia Tenggara tahun lalu.

Berkat penampilan ciamiknya bersama skuat Gajah Perang, Songkrasin juga dilirik klub kompetisi kasta tertinggi Jepang, J-League, Consadole Sapporo.

Pemilik tinggi 160cm itu sukses menggantikan posisi Irfan Bachdim yang dilepas klub promosi J-League setelah mengalami cedera kaki pada 2016. “Badannya kecil tapi luar biasa pengaruhnya untuk tim. Menurut saya memang saat ini postur tubuk kecil bukan penghalang untuk menjadi yang terbaik,” ujar Zola.

Zola kini tergabung di Timnas Indonesia U-22 asuhan Luis Milla yang diproyeksikan tampil di SEA Games 2017. Meski terbilang menonjol di skuat Maung Bandung, namun ia harus bersaing ketat di skuat Garuda.

Pemain bertubuh mungil lainnya, Evan Dimas Darmono (167cm), menjadi pesaing terberat Zola di posisi gelandang serang. Namun, Zola mengaku tak akan menyerah begitu saja untuk mencuri perhatian pelatih Luis Milla.

“Evan mungkin punya pengalaman lebih banyak, kualitasnya juga bagus. Makanya Zola harus kerja keras dan selalu berikan yang terbaik untuk tim, sisanya biar pelatih yang menentukan,” ujar Zola.

Be the first to comment

Leave a comment

Your email address will not be published.


*