Massimiliano Allegri Akui Pertahanan Juventus Belum Kuat

Juventus' coach Massimiliano Allegri shouts during a Serie A soccer match against Chievo Verona at the Bentegodi stadium in Verona, Italy, Saturday, Aug. 30, 2014. (AP Photo/Felice Calabro')Juventus' coach Massimiliano Allegri shouts during a Serie A soccer match against Chievo Verona at the Bentegodi stadium in Verona, Italy, Saturday, Aug. 30, 2014. (AP Photo/Felice Calabro')

Massimiliano Allegri dengan jujur mengakui jika barisan pertahanan Juventus masih belum kuat hingga perlu segera diperbaiki.

Pelatih Juventus, Massimiliano Allegri, akui jika tim besutan dirinya masih belum kuat dalam bertahan. Ia lantas meminta timnya untuk memperbaiki kinerja lini belakang mereka meskipun baru saja menang telak tiga gol tanpa balas sebiji gol pun saat melawan tim sekuat Chievo.

Bermain di Allianz Stadium, Juventus terbukti masih bisa sukses meraih kemenangan penting tiga gol tanpa balas saat melawan Chievo. Tercatat Tiga gol kemenangan itu dicetak oleh bunuh diri mengejutkan Perparim Hetemaj, Gonzalo Higuain dan Paulo Dybala.

Kemenangan ini lantas membuat Juventus jadi punya awal yang paling produktif dalam kampanye Serie A mereka sejak 1981 silam, dengan total 10 gol di 10 pertandingan. Tak mau berpuas diri, Allegri nilai timnya dalam hal bertahan harus diperbaiki lagi.

“Kami sudah bermain dengan tiga gelandang untuk pertama kalinya hari ini dan hanya benar-benar punya waktu sehari saja untuk bersiap-siap karena semua pemain internasional tiba pada hari Kamisnya,” ujarnya coba akali masalah waktu yang mepet.

“Kami lantas membiarkan beberapa tembakan bola terlalu banyak pada sasaran, itu adalah sesuatu yang perlu diperbaiki dan terus diperbaiki lagi. Meski perlu diperbaiki, tapi ini sudah lumayan baguslah untuk tidak sampai kebobolan,” sambungnya lagi.

“Pergantian sistem membuat Miralem Pjanic jadi sendirian di depan pertahanan. Dia sudah melakukannya dengan baik dalam beberapa kesempatan untuk membaca umpan dan menahan. Untuk bertahan, perlu semua pemain memastikan kami tak membiarkan begitu banyak peluang untuk lawan,” tambahnya lagi.

“Musim lalu kami sempat kebobolan beberapa gol dan juga sedikit memberikan peluang. Semua itu masih tergantung pada seberapa keras mereka bekerja saat lawan dominasi bola. Kalau tak kebobolan, maka jarang Juventus tak mencetak gol.”

“Kalian harus melakukannya dengan baik secara defensif dan menyerang untuk menjadi juara, jadi kami sudah salah secara defensif di final Liga Champions melawan Real Madrid, dan itulah mengapa kami dulunya bisa sampai kalah,” pungkasnya dengan panjang lebar kali tinggi.

Be the first to comment

Leave a comment

Your email address will not be published.


*