Adu Tangguh Ederson dan De Gea dalam Derby Manchester

04

Manchester City dan Manchester United adalah dua tim paling jarang kebobolan di Premier League sejauh ini. Itu tak lepas dari faktor kiper di masing-masing kubu: Ederson Moraes dan David De Gea.

Kedua tim akan berhadapan di Etihad dalam derby Manchester di Premier League, Sabtu (7/4/2018). Ini merupakan duel rival sekota, yang juga menempati dua posisi teratas papan klasemen sementara.

Sebagaimana halnya derby, pertandingan tersebut niscaya berjalan sengit. Kedua kiper di masing-masing tim pun bakal menjadi sosok terakhir untuk mencegah timnya kebobolan. Statistik memperlihatkan keduanya pun mumpuni dalam urusan tersebut.

Di kubu The Citizens ada Ederson, kiper 24 tahun asal Brasil yang menjalani musim pertamanya di kompetisi tanah Inggris. Ederson beradaptasi dengan baik dan langsung jadi andalan utama Pep Guardiola. Di Premier League 2017/2018 sejauh ini, Ederson dicatat PremierLeague.com sudah membuat 14 clean sheet dari 31 laga. Ia juga menggagalkan dua penalti lawan. Itu salah satu alasan City menjadi tim paling sedikit kebobolan saat ini, 21 gol.

Sementara itu The Red Devils memiliki De Gea, penjaga gawang 27 tahun yang saat ini menjadi andalan utama timnas Spanyol. Ia rutin menjadi salah satu penampil terbaik MU beberapa musim terakhir, termasuk jadi andalan utama Jose Mourinho saat ini.

Dalam aksinya di Premier League 2017/2018, De Gea dicatat PremierLeague.com sebagai kiper dengan clean sheet terbanyak yakni 16 dari 31 laga. Aksinya itu pula yang turut membuat MU cuma kebobolan 21 gol sejah ini.

Ederson dan De Gea sama-sama punya aksi apik yang juga ditegaskan oleh statistik. Hal itu membuat Shay Given, mantan kiper top Republik Irlandia yang pernah merumput di Premier League, memberikan penilaian total setara pada kedua kiper menjelang laga derby.

Dalam analisis mengenai atribut Ederson dan De Gea di Telegraph, Given sama rata memberi ponten 36 (dari maksimal 40) buat kedua kiper tersebut. Mereka dianggap sepadan dalam menangani bola (termasuk umpan silang) dan penguasaan area gawang. Yang sedikit membedakan adalah Ederson lebih baik dalam distribusi bola sedangkan De Gea unggul dalam kemampuan menghentikan bola.

“Ia seperti pemain outfield (non-kiper), mungkin ia bahkan lebih baik ketimbang beberapa pemain tengah dalam urusan olah bola. Ia kiper terbaik dunia dengan menggunakan kaki, operan panjang atau pendek,” kata Given mengenai Ederson.

“Buat saya ia merupakan penyetop tembakan yang terbaik di dunia. Ia tampaknya semakin hebat saja; beberapa penyelamatan yang ia lakukan sungguh luar biasa. Mungkin kadang-kadang ia bikin dirinya sendiri terkesima,” ucapnya tentang De Gea.

Be the first to comment

Leave a comment

Your email address will not be published.


*