Australia vs Peru: Tentang Mertua & Menantu Paling Kompak di Dunia

10

Malam ini Australia akan melakoni partai hidup-matinya melawan Peru. Nasib mereka antara lain ditentukan oleh mertua-menantu terkompak di dunia: Bert van Marwijk dan Mark Bommel.

Terkompak? Anggap saja demikian. Sebab, Van Marwijk dan Van Bommel sungguh dekat luar-dalam, tersatukan berkat sepakbola, tak cuma fisik tapi juga sampai keturunan.

Saat Van Marwijk melatih Fortuna Sittard (1998-2000), dia “membawa” anak perempuannya yang bernama Andra, untuk masuk ke relung hati Van Bommel, yang lebih dulu bermain di klub tersebut (1992-1999).

Itulah momen ketika Van Bommel mulai terbiasa mendengar desas-desus bernada sirik, karena “dia memacari anak pelatihnya sendiri!”Van Bommel dan Andra menikah di tahun 2001 — dan Van Marwijk menjadi kakek dari ketiga anak mereka.

Setelah Fortuna Sittard dan Andra, hubungan lain Van Marwijk dan Van Bommel berlanjut di timnas Belanda. Selama empat tahun dipercaya sebagai pelatih timnas Belanda (2008-2012), Van Marwijk menjadikan Van Bommel sebagai salah satu pemain utamanya.

Kali itu tak ada lagi yang “sirik”, mentang-mentang Van Bommel adalah menantu Van Marwijk. Sebab, gelandang tukang pikul air itu memang pemain jempolan. Kecuali Fortuna Sittard sebagai klub pertamanya, Van Bommel hanya bermain untuk tim-tim elite: PSV, Bayern Munich, Barcelona, dan AC Milan.

“Kekompakan” mertua-menantu itu terlihat lagi seusai Piala Eropa 2012. Belanda tersingkir di babak grup, Van Marwijk mundur, Van Bommel pensiun dari kancah internasional.

Setelah Van Bommel gantung sepatu di tahun 2013 dan mulai merintis karier kepelatihan, Van Marwijk mengajak menantunya itu untuk mendampingi dia menukangi timnas Arab Saudi di tahun 2015 — sebagai asisten pelatih. Dan keduanya berhasil meloloskan Arab ke putaran final Piala Dunia 2018.

Hanya saja, gara-gara tidak mencapai kesepakatan kontrak baru, Van Marwijk memutuskan hengkang dari Arab. Van Bommel lanjut bekerja sebagai pelatih U-19 di PSV.

Pada saat Australia menggaet Van Marwijk di awal tahun 2018, Van Bommel kembali diajak. Maka duet mertua-menantu itu pun duduk bareng di bench tim Socceroos di Rusia.

Untuk lolos ke babak 16 besar, Australia wajib mengalahkan Peru malam ini, plus Denmark kalah dari Prancis. Inilah kesempatan Van Marwijk dan Van Bommel untuk sedikit memperpanjang durasi kiprahnya untuk Australia. Sebab, seusai Piala Dunia mereka tidak akan di sana lagi, karena memang cuma dikontrak enam bulan.

Nah, baru-baru ini Van Bommel pun sudah diumumkan sebagai pelatih baru PSV, menggantikan Phillip Cocu yang pindah ke Fenerbahce. Van Marwijk? Kabarnya juga akan diangkut ke PSV: kalau tidak (gantian) sebagai asisten Van Bommel, dia akan didudukkan di kursi direktur.

Be the first to comment

Leave a comment

Your email address will not be published.


*