Pelatih Liverpool Terima Satu Hal dalam Perburuan Gelar Musim Ini

Juergen Klopp

Pelatih Liverpool, Jurgen Klopp, harus menerima satu hal terkait perburuan gelar juara musim ini. Yakni, terus-menerus mendapat mengenai bagaimana peluang the Reds, setiap kali menutup pertandingan yang gagal mereka menangkan, mulai saat ini hingga akhir musim. Demikian ungkap pundit Sky Sport, Gary Neville.

The Reds kembali ke jalur kemenangan dengan kalahkan Bournemouth, 3-0, di Anfield pada Sabtu (9/2) lalu, setelah hanya bermain imbang 1-1 melawan Leicester City dan West Ham United selama 10 hari sebelumnya.

Hasil imbang secara beruntun bukan merupakan goyangan, tapi Liverpool telah menyia-nyiakan kesempatan untuk unggul tujuh poin. Berikutnya, Jurgen Klopp malah harus melihat timnya digeser Manchester City dari posisi teratas, walau kemudian naik lagi, dan awal pekan ini harus kembali turun ke peringkat dua setelah City menang menakjubkan, 6-0, atas Chelsea.

Kini, diungkapkan Gary Neville, kekuatan mental Liverpool untuk jadi juara musim inipun banyak dipertanyakan. Sebagai tanggapannya, legenda Liverpool Robbie Fowler tulisan opininya di Daily Mirror. “Saya harus mengakui, saya tidak pernah tahu bahwa perburuan gelar menghasilkan histeria sejauh ini, dari akhir musim lalu,” tandas Fowler.

“Itu gila. Semua pembicaraan tentang peluang dan tekanan ini, bahkan penipuan. Ya, ini penipuan. Gila saja. Liverpool telah kalah dalam satu pertandingan sejauh musim ini. Namun beberapa hasil imbang sekarang dilihat sebagai bukti, mereka tak punya keinginan untuk bertarung memperebutkan gelar,” tambahnya.

Manchester City telah meraih tiga kemenangan dalam sepekan, yakni menang atas Arsenal, Everton dan kini Chelsea – yang mereka kalahkan 6-0. Sekali lagi, City berhasil mengklaim label favorit juara musim ini. City yang juga juara musim lalu itu hanya kalah dari Newcastle United, yang justru terancam degradasi dua pekan lalu, tapi City berhasil meresponsnya dengan gemilang lewat Sergio Aguero yang berhasil menembakkan dua hattrick dalam tiga pertandingan sejak saat itu.

Neville berpikir, Jurgen Klopp hanya harus berurusan dengan fakta bahwa dia dan ketabahan mental pasukannya akan diteliti setiap kali Liverpool gagal mengambil poin maksimum di 12 pertandingan sisa musim ini. “Jika Anda melihat skala Liverpool dan fakta mereka belum pernah memenangkan gelar dalam waktu yang lama, ada unsur keputus-asaan untuk memenangkan gelar,” ujar Gary Neville yang juga mantan bek Manchester United itu.

“Judulnya, tentang kinerja, tapi sisi mentalnya dan sisi psikologisnya sangat besar. Jika Anda mendengar para pemain Liverpool berkata, ‘Saya benar-benar menantikan ini!’,” tambahnya.

“Saya tidak pernah menantikannya di gelar pertama saya, saya berjuang untuk itu dan begitu juga para pemain muda lainnya di Manchester United bertahun-tahun yang lalu. Kami diseret melewati garis oleh Cantona, Schmeichel, Keane, tipe-tipe karakter yang memiliki pengalaman untuk memahami tentang apa itu,” tandas Neville.

Be the first to comment

Leave a comment

Your email address will not be published.


*