Pelatih Timnas Indonesia Meminta Manahati Lestusen Tak Menanduk Lawan

Indonesia's player Lestusen celebrates after scoring from a penalty during the semi-final 2nd leg match between Vietnam and Indonesia at Hanoi's My Dinh stadium on December 7, 2016. 
The match ended with draw 2-2. / AFP / HOANG DINH NAM        (Photo credit should read HOANG DINH NAM/AFP/Getty Images)Indonesia's player Lestusen celebrates after scoring from a penalty during the semi-final 2nd leg match between Vietnam and Indonesia at Hanoi's My Dinh stadium on December 7, 2016. The match ended with draw 2-2. / AFP / HOANG DINH NAM (Photo credit should read HOANG DINH NAM/AFP/Getty Images)

Pintu Timnas Indonesia masih belum tertutup bagi Manahati Lestusen. Pelatih Simon McMenemy membuka peluang untuk memanggil kapten Tira Persikabo itu pada Kualifikasi Piala Dunia 2022.

McMenemy tidak memanggil Manahati untuk dua partai uji coba menghadapi Yordania (11 Juni 2019) dan Vanuatu (15 Juni 2019).

Satu di antara penyebabnya, emosi pemain berusia 25 tahun itu tidak terkontrol ketika membela Tira Persikabo menghadapi Persebaya Surabaya pada babak 8 besar Piala Presiden 2019, akhir Maret lalu.

Manahati kena kartu merah oleh wasit setelah menanduk pemain Persebaya, Muhammad Hidayat, di pengujung pertandingan.

Karena perilakunya itu, Manahati tak dilirik McMenemy untuk kembali ke Timnas Indonesia. Padahal, Manahati adalah andalan arsitek asal Skotlandia ini ketika mengalahkan Myanmar 2-0 pada partai uji coba terakhir, 25 Maret 2019.

“Buat Manahati, tidak masalah tak dipanggil Timnas Indonesia. Dia akan tetap menjadi bagian penting kami untuk Kualifikasi Piala Dunia 2022,” ujar McMenemy kepada wartawan.

“Akan tetapi, dia harus mengerti sebagai pemain Timnas Indonesia, dia tidak hanya mewakili tim, penggemar, juga mewakili saya,” kata McMenemy.

Timnas Indonesia akan bertanding pada babak kedua Kualifikasi Piala Dunia 2022 yang berlangsung pada September 2019. Lawan yang bakal dihadapi baru diketahui setelah drawing pada 17 Juli 2019 di Doha, Qatar.

“Tidak bisa saya memanggil dia, lalu dia pulang ke klub, malah menyundul lawan,” imbuh McMenemy.

Be the first to comment

Leave a comment

Your email address will not be published.


*